Kamis, 21 Mei 2020

Landep dan Jarwati, Dhuafa yang Hidup di Pegunungan Tandus Ponorogo


Landep dan Jarwati, Dhuafa yang Hidup di Pegunungan Tandus Ponorogo

Hidup di dunia tidak hanya soal bahagia, namun kesedihan, kesepian dan perjuangan ekstra keras agar bisa bertahan. Hal serupa telah dialami sosok janda dhuafa yang hidup di pegunungan tandus bersama anak perempuan tercinta. Meski ditinggal pergi sang suami, ia sanggup berdikari membesarkan sang buah hati sendiri. Sosok Landep merupakan wanita yang sanggup menahan kehidupan yang keras demi anak satu-satunya.

Siapa sosok Landep dan Jarwati?

Landep, ia seorang janda yang telah ditinggal pergi sang suami sejak sang anak baru berusia 1,5 tahun. Bisa dikatakan kalau kehidupan yang diarungi oleh Landep begitu getir sebab ia tinggal di daerah pegunungan tandus di kawasan Njengglik, Krajan Tengah, Wates, Slahung. Rumah yang tak layak pakai menjadi hunian mereka berdua yang sulit diakses menggunakan sarana transportasi.

Lokasi benar-benar berada di kawasan pegunungan yang hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua. Untuk menuju ke rumah Landep saja, perlu jalan kaki menurun sekitar 100 meter dari lokasi kendaraan yang bisa diparkir. Jalan cukup berbahaya sehingga perlu kewaspadaan lebih teliti apalagi musim penghujan yang rawan longsor.

Profesi Landep hanya sebagai pencari barang bekas atau serabutan untuk menghidupi sang anak. Meskipun dalam kondisi yang terbatas, Ibu Landep sangat bersyukur karena memiliki anak yang tidak neko-neko. Jarwati merupakan sosok anak yang berprestasi selama mengenyam sekolah di Mts.

Jika musim kemarau datang, keluarga kecil yang tidak mampu ini harus berjuang lebih keras untuk mencari setetes air. Suatu keadaan yang membuat prihatin di tengah kehidupan modern masa kini. Berkat bantuan dari tim Ponorogo Peduli bersama pemerintah setempat, rumah tidak layak huni yang belum memiliki listrik dibedah pada tahun 2019 lalu. Kehidupan mereka berdua banyak mengandalkan bantuan PKH dan donatur yang dermawan.

Kisah kehidupan janda dhuafa yang hidup di lereng pegunungan yang tandus dan berbahaya membuat kita wajib bersyukur. Ada orang yang lebih kurang beruntung dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Sudah sepantasnya kita membantu orang-orang yang memiliki kehidupan jauh dibawah garis kemiskinan.

Kebaikan yang bisa diberikan kepada Landep dan Jarwati

Ibu Landep dan Jarwati merupakan sosok dhuafa yang butuh uluran tangan. Di tengah keterbatasan ekonomi, Landep tidak ingin menyerah dalam memberikan kehidupan yang lebih baik untuk sang anak perempuan tercinta. Ia berharap Jarwati bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi agar bisa mengubah kehidupan yang mereka jalani selama ini.

Lewat program asuransi syariah Indonesia, kita bisa menjadi peserta yang ikut memberikan sumbangsih sosial kepada orang yang membutuhkan. Dengan iuran yang kita bayarkan setiap bulan, ada donasi yang bisa diberikan untuk meringankan beban orang-orang yang butuh uluran tangan. Sedekah tidak akan mengurangi harta yang kita miliki, bahkan Allah SWT menjamin harta yang berkah dan berlipat ganda.

Produk asuransi syariah memiliki fitur-fitur menarik yang bisa memberikan manfaat untuk kita dan keluarga. Proteksi finansial dari berbagai macam risiko seperti sakit, bencana hingga kematian yang bisa datang kapan saja. Setidaknya kita bisa menjalani hidup yang lebih tenang dan aman karena bisa meminimalisir risiko tidak terduga.

Allianz Syariah memiliki kampanye #AwaliDenganKebaikan yang memberikan kesempatan umroh gratis untuk orang-orang baik. Ibu Landep yang tidak pantang menyerah dalam bekerja dan memberikan kehidupan untuk sang anak pantas mendapatkan berkah kebahagiaan. Tanpa suami, seorang wanita tetap bisa berdikari untuk menjaga, melindungi dan memberikan nafkah halal untuk anak tercinta. Yuk, ikut mengulurkan tangan untuk kebahagiaan Ibu Landep dan Jarwati di Ponorogo!


0 komentar:

Posting Komentar