Selasa, 19 Maret 2019

Tren Otomotif Dunia 2019 ala GM

Tren Otomotif Dunia 2019 ala GM

Pabrikan otomotif Amerika Serikat, GM International yang menaungi merek Chevrolet, Holden, dan Cadillac di kawasan Asia Pasifik, memberikan gambaran 10 tren dunia otomotif pada 2019. Ini hasil kerja sama dengan Richard Watson; futurolog dan pendiri NowAndNext.com, serta penulis "Digital Vs Human.

"Di 2019, Asia Pasifik tetap menjadi wilayah yang terus tumbuh. Ini tercermin dari sikap optimisme secara keseluruhan terhadap masa depan dibanding kawasan lain di dunia yang justru tengah mengalami penurunan," ujar Richard Watson dalam keterangan pers, kemarin.

Menurutnya, Asia Pasifik tengah menatap masa depan, sementara kawasan-kawasan lainnya justru menoleh ke belakang.

Meski tidak semua tren berikut ini bakal terbukti di 2019, diperkirakan terjadi dalam waktu dekat, bahkan mungkin dapat lebih cepat dari yang diperkirakan oleh siapa pun.

Kenyataannya, prediksi Richard Watson untuk jangka pendek sejalan dengan upaya-upaya yang dilakukan GM Global untuk melakukan transformasi industri otomotif di abad ke-21. Berikut 10 tren dunia otomotif pada 2019:

1. Pengembangan kendaraan swakemudi (self-driving cars) berlanjut dengan pesat

Dunia akan menyaksikan perkembangan lebih lanjut dari kendaraan otonom, termasuk mobil, angkutan jenis kereta api, bus, truk, hingga mungkin pesawat terbang. Unit kendaraan swakemudi GM, Cruise Automation, saat ini tengah berpacu menjadi pabrikan pertama di pasar yang meluncurkan kendaraan yang otonom sepenuhnya (fully autonomous vehicles-AV). GM diakui sebagai pelopor dalam pengembangan teknologi kendaraan swakemudi, tampak dari Cadillac yang dilengkapi sistem semi- autonomous Super Cruise di pasar China dan Amerika Serikat.

2. Pertumbuhan dan investasi berkelanjutan di kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif

Pada 2017, GM mengumumkan rencana peluncuran 20 kendaraan listrik baru sebelum 2023. Pada saat sama, GM bersama mitra-mitra di industrinya tengah menggarap pengembangan kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen dalam jangka waktu yang tidak lama lagi. Pengembangan kendaraan listrik GM diselaraskan dengan progres pengembangan sistem autonomous driving, sebagai bagian dari visi GM. Yakni dunia tanpa kecelakaan (zero crashes), bebas emisi (zero emission), dan bebas kemacetan (zero congestion).

3. Polarisasi mobil besar/kecil, mahal/murah, dan ramah lingkungan/tidak ramah

Seiring investasi para produsen otomotif terhadap kendaraan-kendaraan elektrik, mereka juga terus merespons permintaan kendaraan favorit jenis pickup, truk, dan SUV. Segmen kendaraan ini akan ditransformasikan oleh keunggulan-keunggulan GM di bidang elektrifikasi dan bahan bakar alternatif di masa mendatang. Contohnya, pickup truck listrik ZH2 yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen ala GM. Pickup truck konsep berbasis Colorado ZH2 adalah kendaraan off-road listrik bertenaga fuel-cell yang ramah lingkungan.

4. Menurunnya minat generasi muda memiliki Surat Izin Mengemudi

Penelitian Schroders menunjukkan, proporsi generasi muda yang memiliki SIM atau memiliki kendaraan menurun beberapa tahun terakhir. Sementara munculnya layanan car-sharing, seperti Grab, Go-Car dan Lyft, yang turut berperan dalam tren tersebut.

Pada 2016, GM menanggapi tren pasar ini dengan melakukan investasi pada Lyft dan bermitra dengan perusahaan startup tersebut dalam mengembangkan jaringan on-demand untuk permintaan layanan mobil self-driving, serta membuat pusat-pusat rental kendaraan jangka pendek.

5. Pertumbuhan transportasi berbasis ride-sharing

Sejalan dengan tren penurunan tingkat kepemilikan SIM, konsep ride-sharing mulai tumbuh pesat. Di Australia awal 2019, Holden merayakan satu tahun beroperasinya Maven Gig. Sejak diluncurkan, Maven Gig sukses meraih pertumbuhan signifikan, seiring semakin banyaknya masyarakat Australia yang beralih profesi menjadi freelancer dan beranjak menuju ekonomi berbagi dalam memperoleh pendapatan. Maven Gig berhasil mencatat tonggak sejarah penting dengan keberadaan mobil yang ke-1.000 di jalan raya.

0 komentar:

Posting Komentar