Selasa, 19 Maret 2019

Tips Supaya Generasi Milenial Peduli Road Safety

Tips Supaya Generasi Milenial Peduli Road Safety

Pasar otomotif di Tanah Air berkisar satu jutaan unit per tahun. Infrastruktur yang mulai tertata membuat makin tingginya aktifitas berlalu lintas.

Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan kesadaran berperilaku positif dalam berlalu lintas. Banyak korban kecelakaan yang meninggal sia-sia karena hal ini.

Menurut data Polri, sekitar 30.000 jiwa meninggal dunia pada tahun lalu, dan 60 persen adalah generasi milenial. Hal ini masih menjadi "pekerjaan rumah" bagi kita bersama untuk menguranginya.

Pertanyaannya, mengapa korban kecelakaan mayoritas genersi milenial?

Ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Namun, yang terpenting adalah mereka sering kali mengabaikan standar road safety, sehingga timbul masalah lalu lintas.

Menurut Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen (Pol) Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi, permasalahan lalu lintas baik kemacetan hingga kecelakaan, memiliki social cost amat mahal, apalagi sampai kehilangan nyawa manusia. Semua itu kontraproduktif.

"Generasi milenial bisa dikatakan generasi hidup di balik layar gadget. Itu semua berdampak pada perilaku berlalu lintas. Masalah-masalah lalu lintas sebagian besar disebabkan adanya pelanggaran," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perilaku melanggar ini kemudian menjadi kebiasaan, maka melanggar dianggap hal biasa. Sikap permisive terhadap pelanggaran inilah yang membuat orang makin masa bodoh terhadap masalah lalu lintas.

Jika generasi milenial masa bodoh terhadap masalah lalu lintas, maka korban dan berbagai hal yang kontraproduktif akan terjadi semakin banyak. Menyadarkan inilah yang menjadi core dan merupakan gerakkan moral.

Membangun kesadaran bagi generasi milenial untuk peduli road safety dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti ini:

1. Tahap tahu
Diperlukan sosialisasi edukasi contoh atau berbagai produk tentang road safety yang digelorakan secara masif di semua lini. Baik secara langsung maupun melalui media. Peran media ini penting dan mendasar untuk dapat menjadi opini publik atau viral. Sehingga dapat menginspirasi, memotivasi, memberdayakan, sekaligus menghibur.

2. Tahap memahami

Yaitu pada tataran mengetahui perlu dikemas dan dikembangkan melalui edukasi, training bahkan coaching. Yang nantinya menghasilkan master trainer atau setidaknya trainer atau pernah ikut pelatihan.

3. Tahap memanfaatkan

Pada tahap ini bisa memanfaatkan apa yang telah dilakukan pada poin 1 dan 2. Dipraktekkan dalam berlalu lintas yang berani dan mampu menjadi pelopor tertib berlalu lintas.

4. Tahap mengembangkan

Tahap ini mengembangkan wujud kepekaan kepedulian dengan bela rasa terhadap road safety dan siap menginspirasi, menunjukkan yang baik dan benar, memotivasi, memberdayakan, memberi ruang berekspresi dan mampu menghibur.

Kepekaan dan kepedulian generasi milenial atas road safety merupakan gerakan moral untuk mendukung proses membangun budaya tertib berlalu lintas. Budaya ini merupakan habit yang merefleksikan perilaku berlalu lintas.

Tingkat kesadaran dan kepatuhan inilah yang diharapkan agar generasi milenial aktif berperan peka peduli akan road safety. Selain menjadi teladan juga mendukung program-program it for road safety yang membangun infrastruktur dengan sistem-sistemnya. Agar tidak ada peluang atau kecil sekali kemungkinan terjadinya pelanggaran dan ada sanksi tegas bahkan keras bagi pelanggar. 

0 komentar:

Posting Komentar