Selasa, 19 Maret 2019

Tips Memilih Reksa Dana Terbaik

Tips Memilih Reksa Dana Terbaik

Risiko investasi merentang di level rendah hingga tinggi. Jika kamu ingin memulai, sebaiknya pilih reksa dana karena risikonya cenderung kecil. Selain itu, kamu juga tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk bertahan.

Agar tidak mengalami kerugian, berikut tips dari Swara Tunaiku yang bisa kamu lakukan ketika berinvestasi dengan reksa dana.

1. Tentukan Jangka Waktu yang Kamu Ambil

Investasi reksa dana tidak seperti saat jualan barang yang bisa untuk pada hari itu juga. Keuntungannya baru kelihatan setelah berjalan dalam kurun waktu beberapa bulan atau tahun.

Tips ini merupakan tips paling mendasar, tapi kebanyakan tidak peduli. Desakan untuk untung lebih cepat menjadi kecenderungan yang justru bisa menimbulkan kerugian.

Amat disarankan untuk berinvestasi reksa dana minimal 3-4 tahun biar dapat return yang lebih baik. Jika kurang dari 3 tahun, kemungkinan penurunan fluktuasi harga cukup tinggi.

Adapun produk dari reksa dana yang cocok antara lain deposito. Sejalan dan sering waktu pasti bisa kamu pahami sistem serta cara-cara alternatif untuk meningkatkan keuntungan.

2. Kenali dan Analisis Produk Incaranmu

Pada saat menganalisis sesuatu, memang butuh waktu yang tidak sebentar. Perlu kesabaran dan dedikasi yang tinggi untuk konsisten dalam kegiatan tersebut.

Banyak yang akhirnya menyerah dan mengandalkan “untung-untungan” saja. Kalau begitu sih jadi mirip dengan perjudian. Ada baiknya untuk belajar langsung pada ahlinya.

Namun, sebelum itu, kenali lebih dahulu produk incaranmu. Tujuannya agar kamu lebih paham ketika mengalokasikan uang untuk diinvestasikan ke mana sekaligus tahu peluangnya di masa depan.

Reksa dana itu ada kaitannya dengan tren bisnis. Ada baiknya untuk selalu update informasi agar tahu perkembangan di Indonesia maupun secara global.

3. Kenali Umur Produk Investasi Reksa Dana

Setiap produk reksa dana memiliki umur yang berbeda. Perbedaan pada umur tersebut berpengaruh terhadap return.

Sebuah produk reksa dana yang usianya lama, biasanya memiliki return tinggi. Jikalau tidak tinggi, minimal bisa menjamin dapat return karena sudah terbukti kinerjanya. Daripada berspekulasi untuk produk baru dan belum teruji, kan?

Hanya saja, reksa dana yang berumur lama itu biasanya juga bakal mematok dengan harga lebih tinggi. Wajar karena sudah dikenal punya reputasi baik. Kalau kamu punya uang lebih, sih, tidak masalah, ya.

Sebaiknya ukur kemampuan dengan peluang yang ada saja. Ada baiknya minta saran pada teman atau seseorang yang sudah lama berinvestasi reksa dana.

4. Simak Profil Manajer Investasi Reksa Dana secara Detail

Setiap produk reksa dana memiliki penanggung jawabnya. Istilah untuk penanggung jawab tersebut adalah manajer investasi.

Periksa terlebih dahulu rekam jejaknya. Bagus atau tidak. Apakah pelayanannya responsif atau kaku. Bisa mengelola aset atau justru hanya memanfaatkan uang dari investor. Kamu harus tahu hal-hal seperti itu sebelum berinvestasi.

Seorang manajer investasi yang berpengalaman tidak pernah mau membuat janji tanpa bukti. Minimal, mereka sudah punya master planning yang sesuai dengan pergerakan perusahaannya selama ini.

Tentu kamu juga wajib tahu visi-misinya. Biar tahu ke depannya bagaimana sekaligus kamu bisa merasa aman karena dikelola ahlinya.

5. Perhatikan Hak Investor dalam Reksa Dana

Jangan buru-buru menaruh uang ketika belum tahu betul hak apa yang bakal kamu terima dengan berinvestasi reksa dana. Misalnya, bakal dapat hak untuk jual unit penyertaan dalam investasi. Bisa juga dengan mendapatkan hak atas laporan dari hasil reksa dana. Mengenai potongan dana serta biaya manajemen investasi juga perlu kamu pahami.

Sekali lagi, tips di atas didedikasikan untuk para investor pemula. Khususnya buat yang masih bingung mau memilih produk investasi apa.

Kalau sudah ahli, tentu bahasannya lebih mendalam lagi. Sebab, ilmu tentang investasi reksa dana yang berada di bawah permukaan hanya bisa dikenali setelah praktik dalam jangka waktu panjang.

0 komentar:

Posting Komentar